Macet Makin Menjadi di Pagi Hari, Apa Kabar Pengaturan Truk di Tol JORR
TOGEL168-Macet Makin Menjadi di Pagi Hari, Apa Kabar Pengaturan Truk di Tol JORR
Kondisi Tol JORR masih macet dan semakin menjadi-jadi. Padahal dahulu setelah pemberitaan detikcom terkait kemacetan ini sempat ada petubahan. Tapi tak bertahan lama, pengawasan kendor dan di jam sibuk masuk lagi truk-truk.
Menurut pembaca detikcom, Donny Priwardhana dalam surat elektronik ke redaksi@TOGEL168, Senin (4/1/2016), feedback dari pemerintah untuk menerapkan jam di mana truk dilarang masuk, tak berlanjut. Kenyataaannya, sekarang malah bertambah parah macetnya jika pagi dengan tidak adanya pengawasan terhadap truk-truk tersebut.
"Apa kabar bapak-bapak polisi dan jasa marga? Kami adalah pengguna Tol termahal yang sudah selayaknya mendapatkan pelayanan prima, bukan malah harus berjuang melawan truk dan mencuri bahu jalan agar bisa melaju sedikit lebih cepat dengan resiko ditangkap Polisi," tulis Donny.
Sementara bergulir juga petisi di change.org yang dibuat Sigit Widodo tentang truk-truk besar banyak melakukan pelanggaran aturan lalu-lintas dengan mengambil jalur tengah dan kanan, atau mengangkut muatan di atas kapasitas sehingga tidak dapat berjalan di atas kecepatan minimal 60 km/jam.
Karena itu, petisi disampaikan kepada PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) selaku operator Tol JORR, PT. Jasa Marga sebagai induk perusahaan PT. JLJ, dan Menteri Perhubungan RI untuk melakukan pembatasan truk yang melintasi Tol JORR. 9 Bulan berlalu ada 5 ribu orang mendukung petisi tersebut.
Kondisi Tol JORR masih macet dan semakin menjadi-jadi. Padahal dahulu setelah pemberitaan detikcom terkait kemacetan ini sempat ada petubahan. Tapi tak bertahan lama, pengawasan kendor dan di jam sibuk masuk lagi truk-truk.
Menurut pembaca detikcom, Donny Priwardhana dalam surat elektronik ke redaksi@TOGEL168, Senin (4/1/2016), feedback dari pemerintah untuk menerapkan jam di mana truk dilarang masuk, tak berlanjut. Kenyataaannya, sekarang malah bertambah parah macetnya jika pagi dengan tidak adanya pengawasan terhadap truk-truk tersebut.
"Apa kabar bapak-bapak polisi dan jasa marga? Kami adalah pengguna Tol termahal yang sudah selayaknya mendapatkan pelayanan prima, bukan malah harus berjuang melawan truk dan mencuri bahu jalan agar bisa melaju sedikit lebih cepat dengan resiko ditangkap Polisi," tulis Donny.
Sementara bergulir juga petisi di change.org yang dibuat Sigit Widodo tentang truk-truk besar banyak melakukan pelanggaran aturan lalu-lintas dengan mengambil jalur tengah dan kanan, atau mengangkut muatan di atas kapasitas sehingga tidak dapat berjalan di atas kecepatan minimal 60 km/jam.
Karena itu, petisi disampaikan kepada PT. Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) selaku operator Tol JORR, PT. Jasa Marga sebagai induk perusahaan PT. JLJ, dan Menteri Perhubungan RI untuk melakukan pembatasan truk yang melintasi Tol JORR. 9 Bulan berlalu ada 5 ribu orang mendukung petisi tersebut.
Post A Comment: